FAKTOR FAKTOR ALTRUISME
Beberapa Faktor yang Menentukan
Tindakan Altruistik
1.
Situasi Menurut Crisp dan Turner
Situasi
merupakan hal penting untuk dijadikan pertimbangan di dalam melakukan
pertolongan terhadap orang lain. Sebab, tidak selamanya semua situasi bisa
digunakan untuk melakukan pertolongan. Banyak penelitian dan teori yang
menyatakan, bahwa pertolongan biasanya dilakukan ketika keadaan sangat
memaksa/darurat.
2. Pemberi
Ada
beberapa faktor yang sangat dominan mempengaruhi setiap individu untuk
memberikan pertolongan pada saat situasi darurat.
a.
Kepribadian
Setiap
individu memiliki ciri atau karakter yang berbeda. Perbedaan karakter ini akan
melahirkan juga perbedaan kecenderungan perasaan individu dalam menyikapi
setiap persoalan, walaupun ada beberapa sifat atau karakter yang tidak ada
hubungannya sama sekali dengan sikap atau perilaku seseorang untuk memberikan
pertolongan. Menurut Latane dan Darley, tidak ada hubungan antara sejumlah
sifat atau ciri kepribadian seseorang masuk pada sifat otoritarianisme, alienasi,
kepercayaan, dan persutujuan dengan membantu orang lain.
b.
Kecakapan
Faktor
kecakapan, jika dilihat dari perspektif model miliknya Piliavin, bahwa dalam
situasi darurat, seseorang dapat dengan cakap memberikan pertolongan pada orang
lain jika “ongkos” yang ditawarkan nilainya tinggi. Akan tetapi jika “ongkos”
yang ditawarkan nilainya sangat rendah, maka individu yang dimintai pertolongan
tadi menjadi tidak kompeten/cakap.
c.
Mood
Faktor
ketiga yang dapat memotivasi seseorang untuk memberikan pertolongan pada orang
lain adalah mood. Menurut Crisp dan Turner, jika mood seorang individu dalam
keadaan ‘baik’, maka akan meningkatkan perilaku menolong Namun jika mood
seorang individu itu dalam keadaan ‘jelek’, maka akan mengurangi perilaku
menolong.
d.
Empati-Sifat Altruisme
Menurut
pengalaman Batson sebagaimana yang dikemukakan oleh Crisp dan Turner, bahwa
memberikan pertolongan kepada orang lain karena dipicu oleh dua sifat. Pertama,
memberikan pertolongan kepada orang lain karena termotivasi oleh sifat mementingkan
orang lain. Kedua, memberikan pertolongan kepada orang lain karena dipicu oleh
sifat egoistis.
e.
Perbedaan Gender
Crisp
dan Turner mengemukakan, bahwa sebenarnya tidak ada perbedaan antara laki-laki
dan perempuan dalam hal motivasi untuk memberikan pertolongan pada orang lain.
Perbedaannya hanya terletak pada obyek/orang yang akan ditolong. Jika yang akan
diberi pertolongan adalah orang yang tidak dikenal sebelumnya, kemungkinan
besar peluang untuk memberikan pertolongan akan dilakukan oleh seorang
laki-laki. Hal ini karena lebih mempertimbangkan situasi dan potensi bahaya
yang akan timbul jika pertolongan itu dilakukan oleh seorang perempuan yang
secara umum memiliki kekuatan fisik lebih lemah dari seorang laki-laki.
3. Penerima
Menurut
Crisp dan Turner, secara garis besar ada empat faktor yang dapat mempengaruhi,
apakah seorang individu akan menawarkan sebuah pertolongan ataukah tidak,
diantaranya:
a.
Kesamaan
Emswiller,
Deaux, dan Willits mengadakan suatu penyelidikan terhadap para siswa pada tahun
1970 tentang pemberian bantuan/pertolongan terhadap orang lain yang memiliki
‘kesamaan’ dalam hal pakaian. Hasilnya menunjukkan bahwa seorang individu akan
lebih memungkinkan memberikan pertolongan pada orang lain yang memiliki corak
dan model pakaian yang sama dengan dirinya dari pada orang lain yang memakai
pakaian dengan corak dan model yang berbeda.
b.
Keanggotaan Kelompok
Gaertner
dan Dovidio juga menegaskan tentang pengaruh keanggotaan kelompok dalam konteks
etnis. Orang kulit putih memungkinkan akan memberikan pertolongan pada orang
kulit hitam, jika ia (kulit putih) sedang sendirian. Akan tetapi jika antara
kulit putih dan kulit hitam di situ sama-sama ada, maka yang lebih memungkinkan
akan memberikan pertolongan adalah yang memiliki kesamaan etnis.
c.
Ada Ketertarikan
Menurut
Crisp dan Turner, bahwa ketertarikan seseorang pada orang lain, sebenarnya
terletak pada kepribadian orang yang akan diberi pertolongan. Baron dan Byrne
mengemukakan, bahwa seorang individu yang ramah lebih memungkinkan akan
mendapatkan pertolongan dari pada seorang individu yang tidak ramah.
d.
Tanggung Jawab dalam Kesusahan
Dalam
situasi apapun, sebuah tanggung jawab dalam kesusahan mutlak diperlukan, baik
kondisi tanggung jawab itu rendah maupun tinggi. Sebab, tanggung jawab
merupakan sesuatu yang harus diterima sebagai faktor penentu untuk memberikan
pertolongn kepada orang lain yang membutuhkan bantuan.
Faktor-faktor yang mempengaruhi
altruisme
Menurut
Myers (1999) altruisme dapat dipengaruhi oleh tiga faktor antara lain sebagai
berikut.
1. Faktor
situasional
Faktor
yang menggambarkan situasi, suasana hati, pencapaian tujuan perilaku sebelum
dan pengamatan langsung tentang derajat kebutuhan yang ditolong serta beberapa
pertimbangan yang akan mengantar dinamika diri sendiri untuk melakukan tindakan
altruistik atau tidak seperti desakan waktu.
2. Faktor
interpersonal
Faktor
yang mencakup jenis kelamin, kesamaan karakteristik, kedekatan hubungan, dan
daya tarik antar penolong dan yang ditolong.
3. Faktor
personal
Faktor
yang berasal dari dalam diri subyek yang menolong, mencakup perasaan subyek dan
religiusitas subyek.

0 komentar: