FAKTOR FAKTOR ALTRUISME

03.09 Unknown 0 Comments

Beberapa Faktor yang Menentukan Tindakan Altruistik
1.    Situasi  Menurut Crisp dan Turner
Situasi merupakan hal penting untuk dijadikan pertimbangan di dalam melakukan pertolongan terhadap orang lain. Sebab, tidak selamanya semua situasi bisa digunakan untuk melakukan pertolongan. Banyak penelitian dan teori yang menyatakan, bahwa pertolongan biasanya dilakukan ketika keadaan sangat memaksa/darurat.

2. Pemberi
Ada beberapa faktor yang sangat dominan mempengaruhi setiap individu untuk memberikan pertolongan pada saat situasi darurat.
a. Kepribadian  
Setiap individu memiliki ciri atau karakter yang berbeda. Perbedaan karakter ini akan melahirkan juga perbedaan kecenderungan perasaan individu dalam menyikapi setiap persoalan, walaupun ada beberapa sifat atau karakter yang tidak ada hubungannya sama sekali dengan sikap atau perilaku seseorang untuk memberikan pertolongan. Menurut Latane dan Darley, tidak ada hubungan antara sejumlah sifat atau ciri kepribadian seseorang masuk pada sifat otoritarianisme, alienasi, kepercayaan, dan persutujuan dengan membantu orang lain.
b. Kecakapan  
Faktor kecakapan, jika dilihat dari perspektif model miliknya Piliavin, bahwa dalam situasi darurat, seseorang dapat dengan cakap memberikan pertolongan pada orang lain jika “ongkos” yang ditawarkan nilainya tinggi. Akan tetapi jika “ongkos” yang ditawarkan nilainya sangat rendah, maka individu yang dimintai pertolongan tadi menjadi tidak kompeten/cakap.
c. Mood
Faktor ketiga yang dapat memotivasi seseorang untuk memberikan pertolongan pada orang lain adalah mood. Menurut Crisp dan Turner, jika mood seorang individu dalam keadaan ‘baik’, maka akan meningkatkan perilaku menolong Namun jika mood seorang individu itu dalam keadaan ‘jelek’, maka akan mengurangi perilaku menolong.

d. Empati-Sifat Altruisme
Menurut pengalaman Batson sebagaimana yang dikemukakan oleh Crisp dan Turner, bahwa memberikan pertolongan kepada orang lain karena dipicu oleh dua sifat. Pertama, memberikan pertolongan kepada orang lain karena termotivasi oleh sifat mementingkan orang lain. Kedua, memberikan pertolongan kepada orang lain karena dipicu oleh sifat egoistis.
e. Perbedaan Gender 
Crisp dan Turner mengemukakan, bahwa sebenarnya tidak ada perbedaan antara laki-laki dan perempuan dalam hal motivasi untuk memberikan pertolongan pada orang lain. Perbedaannya hanya terletak pada obyek/orang yang akan ditolong. Jika yang akan diberi pertolongan adalah orang yang tidak dikenal sebelumnya, kemungkinan besar peluang untuk memberikan pertolongan akan dilakukan oleh seorang laki-laki. Hal ini karena lebih mempertimbangkan situasi dan potensi bahaya yang akan timbul jika pertolongan itu dilakukan oleh seorang perempuan yang secara umum memiliki kekuatan fisik lebih lemah dari seorang laki-laki.
3. Penerima
Menurut Crisp dan Turner, secara garis besar ada empat faktor yang dapat mempengaruhi, apakah seorang individu akan menawarkan sebuah pertolongan ataukah tidak, diantaranya: 
a. Kesamaan  
Emswiller, Deaux, dan Willits mengadakan suatu penyelidikan terhadap para siswa pada tahun 1970 tentang pemberian bantuan/pertolongan terhadap orang lain yang memiliki ‘kesamaan’ dalam hal pakaian. Hasilnya menunjukkan bahwa seorang individu akan lebih memungkinkan memberikan pertolongan pada orang lain yang memiliki corak dan model pakaian yang sama dengan dirinya dari pada orang lain yang memakai pakaian dengan corak dan model yang berbeda. 
b. Keanggotaan Kelompok  
Gaertner dan Dovidio juga menegaskan tentang pengaruh keanggotaan kelompok dalam konteks etnis. Orang kulit putih memungkinkan akan memberikan pertolongan pada orang kulit hitam, jika ia (kulit putih) sedang sendirian. Akan tetapi jika antara kulit putih dan kulit hitam di situ sama-sama ada, maka yang lebih memungkinkan akan memberikan pertolongan adalah yang memiliki kesamaan etnis.  
c. Ada Ketertarikan  
Menurut Crisp dan Turner, bahwa ketertarikan seseorang pada orang lain, sebenarnya terletak pada kepribadian orang yang akan diberi pertolongan. Baron dan Byrne mengemukakan, bahwa seorang individu yang ramah lebih memungkinkan akan mendapatkan pertolongan dari pada seorang individu yang tidak ramah.
d. Tanggung Jawab dalam Kesusahan  
Dalam situasi apapun, sebuah tanggung jawab dalam kesusahan mutlak diperlukan, baik kondisi tanggung jawab itu rendah maupun tinggi. Sebab, tanggung jawab merupakan sesuatu yang harus diterima sebagai faktor penentu untuk memberikan pertolongn kepada orang lain yang membutuhkan bantuan.

Faktor-faktor yang mempengaruhi altruisme
Menurut Myers (1999) altruisme dapat dipengaruhi oleh tiga faktor antara lain sebagai berikut.
1.    Faktor situasional
Faktor yang menggambarkan situasi, suasana hati, pencapaian tujuan perilaku sebelum dan pengamatan langsung tentang derajat kebutuhan yang ditolong serta beberapa pertimbangan yang akan mengantar dinamika diri sendiri untuk melakukan tindakan altruistik atau tidak seperti desakan waktu.
2.    Faktor interpersonal
Faktor yang mencakup jenis kelamin, kesamaan karakteristik, kedekatan hubungan, dan daya tarik antar penolong dan yang ditolong.
3.    Faktor personal
Faktor yang berasal dari dalam diri subyek yang menolong, mencakup perasaan subyek dan religiusitas subyek.



0 komentar: